Lippo Cikarang Bukukan Marketing Sales Rp1,65 Triliun Sepanjang 2025, Target Tahunan Tercapai 100 Persen

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:24:02 WIB
Lippo Cikarang Bukukan Marketing Sales Rp1,65 Triliun Sepanjang 2025, Target Tahunan Tercapai 100 Persen

JAKARTA - Di tengah dinamika industri properti nasional, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) menutup tahun buku 2025 dengan capaian yang solid. Emiten properti ini tidak hanya memenuhi target pra-penjualan yang telah ditetapkan, tetapi juga mencatat lonjakan pendapatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) membukukan nilai pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,65 triliun hingga akhir Desember 2025. Realisasi tersebut setara dengan 100% dari target yang ditetapkan perseroan untuk tahun buku 2025. Capaian ini menjadi indikator kuat atas stabilnya permintaan pasar terhadap produk-produk yang dikembangkan perusahaan.

Sepanjang periode yang sama, LPCK mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun atau melonjak 133% dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan percepatan realisasi proyek serta keberhasilan strategi penjualan yang dijalankan sepanjang tahun.

Lonjakan Pendapatan Ditopang Serah Terima dan Lahan Industri

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan juga turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan.

Segmen rumah tapak dan apartemen mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan sebesar 369% secara tahunan, seiring percepatan proses serah terima unit kepada konsumen. Percepatan ini menjadi faktor utama yang mendorong pengakuan pendapatan secara substansial pada tahun 2025.

Sementara itu, segmen pengelolaan kota membukukan pendapatan Rp474,5 miliar. Kontribusi dari pengelolaan kawasan menunjukkan bahwa LPCK tidak hanya mengandalkan penjualan properti semata, tetapi juga mengembangkan sumber pendapatan berkelanjutan dari operasional kawasan.

Kinerja Profitabilitas dan Margin Keuangan

Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatat laba kotor Rp783 miliar dengan margin laba kotor 17%. Angka ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi biaya di tengah peningkatan aktivitas pembangunan dan serah terima unit.

Adapun EBITDA hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp381,3 miliar dengan EBITDA margin 8% terhadap total pendapatan. Kinerja ini memperlihatkan fondasi operasional yang relatif stabil, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi dan pengembangan proyek di masa mendatang.

Pencapaian laba dan margin tersebut menjadi sinyal bahwa pertumbuhan pendapatan yang tinggi tetap diiringi dengan pengelolaan keuangan yang terjaga.

Komposisi Marketing Sales dan Produk Andalan

Realisasi marketing sales Rp1,65 triliun pada 2025 terutama ditopang tingginya permintaan produk residensial. Rumah tapak berkontribusi 58% terhadap total pra-penjualan, menjadikannya segmen utama dalam struktur marketing sales perusahaan.

Unit komersial menyumbang 38% dari total pra-penjualan, menunjukkan bahwa permintaan terhadap ruko dan ruang usaha masih cukup kuat. Sementara itu, segmen lahan industri memberikan kontribusi sebesar 4%.

Sepanjang 2025, LPCK mencatatkan penjualan sebanyak 1.486 unit. Penjualan tersebut didukung peluncuran sejumlah produk baru seperti The Allegra @Casa De Lago dan Neo Top. Kehadiran proyek-proyek baru ini memberikan variasi pilihan bagi konsumen sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.

Kombinasi antara produk residensial, komersial, dan lahan industri mencerminkan strategi diversifikasi yang dijalankan perusahaan dalam menjangkau berbagai segmen pasar.

Respons Pasar dan Fokus Ke Depan

Direktur LPCK, Indryanarum, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan respons pasar yang positif terhadap produk perseroan. “Pada tahun 2025, kami berhasil mencapai target pra-penjualan tahunan, didukung oleh minat terhadap produk rumah tapak dan komersial. Ke depan, kami tetap berfokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” ujar Indryanarum.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa selain mengejar angka penjualan, perusahaan juga menaruh perhatian pada ketepatan waktu pembangunan dan kualitas layanan kepada konsumen. Komitmen terhadap serah terima yang sesuai jadwal menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

Dengan pencapaian tersebut, LPCK melanjutkan penguatan kinerja operasional seiring pengembangan kawasan Lippo Cikarang sebagai kota mandiri terintegrasi di koridor timur Jakarta. Konsep kota mandiri ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena menawarkan hunian, fasilitas komersial, serta kawasan industri dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 memperlihatkan kombinasi antara pencapaian target penjualan, lonjakan pendapatan, serta perbaikan profitabilitas. Dengan struktur pendapatan yang semakin beragam dan dukungan permintaan yang tetap terjaga, LPCK berada pada posisi yang relatif kuat untuk melanjutkan pertumbuhan pada tahun-tahun berikutnya.

Terkini