Rumah Murah

Rekomendasi 5 Rumah Murah di Madiun 2026, Subsidi Pemerintah Harga Mulai Rp150 Jutaan

Rekomendasi 5 Rumah Murah di Madiun 2026, Subsidi Pemerintah Harga Mulai Rp150 Jutaan
Rekomendasi 5 Rumah Murah di Madiun 2026, Subsidi Pemerintah Harga Mulai Rp150 Jutaan

JAKARTA - Kabupaten Madiun semakin dilirik sebagai salah satu kawasan potensial untuk memiliki hunian pertama, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mencari rumah subsidi dengan harga terjangkau.

Di tengah meningkatnya kebutuhan perumahan, wilayah ini menawarkan kombinasi menarik antara lingkungan yang relatif asri, konektivitas yang baik, serta prospek pengembangan ekonomi jangka panjang.

Tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris, Kabupaten Madiun juga memiliki potensi energi panas bumi yang berada di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Potensi ini dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap nilai kawasan hunian dan daya tarik investasi properti di wilayah ini.

Dari sisi aksesibilitas, Kabupaten Madiun berada di jalur strategis yang dilintasi jalur utama Surabaya–Yogyakarta. Selain itu, jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa juga melewati wilayah ini, memudahkan mobilitas masyarakat menuju berbagai kota besar di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Faktor konektivitas ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang bekerja lintas daerah namun ingin tinggal di lingkungan yang lebih tenang.

Secara geografis, Kabupaten Madiun juga menawarkan lingkungan alam yang nyaman. Bagian utara wilayah ini berada di kawasan Pegunungan Kendeng, sementara bagian tenggara dikelilingi Gunung Wilis dan Gunung Liman. Kondisi ini menciptakan suasana hunian yang relatif sejuk dan jauh dari kepadatan kota besar.

Kabupaten Madiun dan Potensi Wilayah Penyangga Hunian

Kabupaten Madiun dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang beragam. Selain potensi energi, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi daerah ini. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, kedelai, dan palawija dihasilkan dari wilayah ini. Tak hanya itu, sektor perkebunan juga berkembang dengan hasil kakao, kopi, mangga, durian, hingga rambutan.

Produk hasil hutan dan kerajinan kayu jati turut memperkuat identitas ekonomi Kabupaten Madiun. Dengan basis ekonomi yang relatif stabil, kawasan ini dinilai layak menjadi wilayah penyangga hunian yang berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat yang menginginkan rumah subsidi dengan lingkungan yang mendukung kualitas hidup jangka panjang.

Rumah Subsidi Jadi Alternatif Hunian Terjangkau

Bagi masyarakat yang berencana membeli rumah di Kabupaten Madiun, program rumah subsidi menjadi salah satu solusi yang realistis. Berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terdapat sejumlah proyek rumah subsidi yang telah dipasarkan dengan harga mulai Rp150 jutaan.

Rumah subsidi ini umumnya dibangun dengan tipe sederhana namun fungsional, dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi bangunan disesuaikan dengan standar pemerintah, sehingga tetap memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan dasar bagi penghuninya.

Daftar Rekomendasi Rumah Subsidi di Kabupaten Madiun

Berikut beberapa proyek rumah subsidi di Kabupaten Madiun yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat:

1. Griya Kanzu Caruban
Perumahan ini berlokasi di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, dan dikembangkan oleh Kanzu Permai Abadi. Tersedia 349 unit rumah subsidi dengan harga Rp162 juta per unit.
Hunian bertipe 30 berdiri di atas lahan 66 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi bangunan meliputi atap spandek pasir dengan rangka baja ringan, dinding hebel diplester dan diaci, lantai keramik 40x40, serta pondasi batu belah.

2. Griya Permata Asri
Berlokasi di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, perumahan ini dikembangkan oleh PT Bukit Bintang Sukses Magetan. Proyek ini menyediakan 180 unit rumah subsidi dengan harga Rp166 juta per unit.
Rumah bertipe 30 ini memiliki luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. Spesifikasi meliputi rangka atap baja ringan, penutup atap genteng, dinding bata merah atau bata ringan yang diplester dan dicat, lantai keramik, serta pondasi batu kali atau batu gunung.

Pilihan Rumah Subsidi Lainnya dengan Harga Rp150 Jutaan

3. Bukit Permata Hijau
Terletak di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, proyek yang dikembangkan PT Bumi Purnama Raya ini menyediakan 121 unit rumah subsidi dengan harga Rp150,5 juta.
Setiap unit bertipe 30/60 dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi bangunan menggunakan atap galvalum, dinding bata ringan finishing cat, lantai keramik, serta pondasi batu kali.

4. Marison Regency Madiun
Masih berada di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, perumahan ini dikembangkan oleh PT Uniloa Ardiyanto Investama dengan total 107 unit rumah subsidi. Harga jualnya Rp166 juta per unit.
Hunian bertipe 30/60 ini memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi meliputi rangka atap baja ringan 0,75 mm dengan reng 0,45 mm, penutup atap genteng galvalum pasir, lisplank GRC, dinding bata merah, lantai keramik 40x40 motif, serta pondasi batu kali.

5. Griya Cemara Bening
Berlokasi di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, proyek besutan PT Yunoya Prabasa Laksita ini menyediakan 73 unit rumah subsidi tipe 32 dengan harga Rp166 juta per unit.
Rumah memiliki luas bangunan 32 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi meliputi atap spandek, dinding bata ringan, lantai keramik polos, serta pondasi batu kumbung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index